Arsip Keberlanjutan

Koleksi Data & Dokumentasi Tanaman

Daftar Tanaman

17 spesies
#1

Andong Merah

Cordyline fruticosa
Tidak Diketahui
Andong Merah (Cordyline fruticosa) merupakan tanaman perdu tegak bercabang dengan daun berbentuk lanset melingkar menyerupai kemoceng berwarna ungu tua hingga merah tembaga pekat yang tercatat resmi dalam basis data taksonomi Royal Botanic Gardens, Kew serta Integrated Taxonomic Information System (ITIS). Sejak zaman dahulu di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa dan Sunda, pohon ini kerap ditanam di sudut pekarangan sebagai simbol pembatas lahan alami karena bentuknya yang tinggi tegak serta warnanya yang kontras mencolok. Selain berfungsi sebagai tanaman hias luar ruangan (outdoor), daun andong merah juga sangat populer dalam pengobatan tradisional karena kaya akan kandungan senyawa fitokimia seperti flavonoid dan tanin yang terbukti secara ilmiah dan salah satunya dalam penelitian Journal of Ethnopharmacology berkhasiat sebagai agen pembeku darah alami (hemostatis) untuk membantu menghentikan batuk berdarah, wasir, hingga melancarkan sirkulasi haid.
Aman
Andong Merah (Cordyline fruticosa) memiliki wilayah persebaran yang sangat luas di daerah beriklim tropis dan subtropis. Tanaman ini diyakini sebagai tumbuhan asli (native) dari wilayah Asia Tenggara, bagian utara Australia, serta kawasan Papua Nugini dan Kepulauan Melanesia. Melalui jalur migrasi kuno oleh bangsa Polinesia (sebagai tanaman suci dan multifungsi), tanaman ini kemudian tersebar luas hingga ke seluruh Kepulauan Pasifik, termasuk Hawaii (di mana ia dikenal dengan nama Ti plant). Saat ini, Andong Merah telah dinaturalisasi dan dibudidayakan secara global di berbagai negara tropis, termasuk menyebar merata di seluruh pulau di Indonesia sebagai tanaman pagar dan tanaman hias pekarangan yang tangguh.
Lihat Detail
#2

Anggrek Dendrobium

Dendrobium phalaenopsis atau Dendrobium bigibbum
Tidak Diketahui
Anggrek Larat ( Dendrobium phalaenopsis ) adalah tanaman epifit yang tumbuh menempel pada batang pohon. Memiliki batang semu ( pseudobulb ) berbentuk silindris beruas menyerupai tebu untuk menyimpan cadangan udara. Daunnya kaku dan tebal berbentuk lanset. Bunganya tumbuh dalam tandan panjang di ujung batang dengan mahkota berwarna ungu muda hingga ungu tua cerah.
Terancam
Endemik di Indonesia Timur khususnya Kepulauan Tanimbar (Pulau Larat), Kepulauan Kei, dan Maluku Tenggara, serta menyebar hingga Papua dan Australia Utara.
Lihat Detail
#3

Anggrek Dendrobium

Dendrobium sp
Tidak Diketahui
Tanaman pada gambar merupakan jenis anggrek yang tumbuh sebagai epifit, yaitu tumbuhan yang hidup menempel pada tumbuhan lain, biasanya pada batang atau cabang pohon, tetapi tidak mengambil makanan dari pohon yang ditumpanginya. Pada foto terlihat akar udara yang menempel pada batang pohon serta daun yang memanjang dan tumbuh dari batang. Anggrek Dendrobium umumnya memiliki batang semu atau pseudobulb yang berfungsi menyimpan air dan nutrisi. Tanaman ini dapat menghasilkan bunga dengan berbagai warna, tergantung spesiesnya. Pada foto terlihat bagian tanaman dengan daun berwarna hijau hingga agak keunguan dan akar yang menempel pada batang pohon.
Aman
Tanaman pada gambar merupakan jenis anggrek yang tumbuh sebagai epifit, yaitu tumbuhan yang hidup menempel pada tumbuhan lain, biasanya pada batang atau cabang pohon, tetapi tidak mengambil makanan dari pohon yang ditumpanginya. Pada foto terlihat akar udara yang menempel pada batang pohon serta daun yang memanjang dan tumbuh dari batang. Anggrek Dendrobium umumnya memiliki batang semu atau pseudobulb yang berfungsi menyimpan air dan nutrisi. Tanaman ini dapat menghasilkan bunga dengan berbagai warna, tergantung spesiesnya. Pada foto terlihat bagian tanaman dengan daun berwarna hijau hingga agak keunguan dan akar yang menempel pada batang pohon.
Lihat Detail
#4

Bunga Soka Putih

Ixora coccinea
Tidak Diketahui
Tanaman pada gambar adalah Soka Putih (Ixora coccinea), yaitu tanaman hias jenis perdu berkayu keras yang tumbuh tegak dengan percabangan rapat dan hidup secara terestrial di atas tanah. Tanaman ini memiliki daun tunggal berwarna hijau tua yang licin dan berbentuk lonjong, serta menghasilkan bunga putih bersih berbentuk bintang berkelopak empat yang tumbuh menggerombol rapat membentuk dompolan bulat di ujung ranting. Sebagai tanaman tropis, soka putih sangat menyukai paparan sinar matahari penuh untuk merangsang pembungaan yang lebat dan membutuhkan penyiraman teratur pada media tanam yang subur serta berdrainase baik agar dapat tumbuh dengan optimal.
Aman
Tanaman Soka Putih (Ixora coccinea) merupakan flora asli dari wilayah tropis Asia Selatan, khususnya tersebar luas di hutan dan pesisir India
Lihat Detail
#5

Gelombang cinta

Anthurium plowmanii Croat
Araceae
Gelombang Cinta (Anthurium plowmanii) merupakan salah satu jenis tanaman hias daun dari famili Araceae yang sangat populer karena bentuk dan karakteristik daunnya yang unik. Tumbuhan ini memiliki daun berwarna hijau tua yang tebal, kaku, dan mengilap dengan urat-urat daun yang terlihat sangat jelas serta tegas. Ciri khas paling menonjol dari Gelombang Cinta terletak pada tepi daunnya yang bergelombang lebar dan meliuk-liuk indah, sehingga memberikan kesan dinamis dan artistik. Daunnya dapat tumbuh sangat besar hingga mencapai panjang lebih dari satu meter dan membentuk rumpun yang megah.
Aman
Tanaman gelombang cinta (Anthurium plowmanii) secara alami tersebar di kawasan beriklim tropis basah di Amerika Selatan, mencakup wilayah Brasil bagian barat dan utara, Peru, Bolivia, hingga Paraguay. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh pada ketinggian berkisar antara 50 hingga 900 meter di atas permukaan laut, baik secara epifit menempel pada pohon lain maupun secara litofit di celah-celah bebatuan hutan hujan tropis. Seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap tanaman hias, keberadaan gelombang cinta kini telah meluas dan dibudidayakan secara global di berbagai negara beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, sebagai tanaman hias lanskap maupun tanaman dalam ruangan.
Lihat Detail
#6

Kalatea Pisang (Meranti Sepat Pisang / Cuban Cigar)

Calathea lutea (sinonim: Goeppertia lutea)
Tidak Diketahui
Tanaman ini merupakan tumbuhan menahun rimpang (rhizomatous) yang dapat tumbuh tegak hingga mencapai tinggi 2 sampai 3 meter. Ciri khas utamanya terletak pada daunnya yang berukuran besar, lebar, dan berbentuk menyerupai daun pisang. Bagian atas daun berwarna hijau cerah, sedangkan bagian bawahnya dilapisi oleh lapisan lilin tipis berwarna putih keperakan yang mencolok. Bunganya tumbuh dalam susunan berbentuk tabung tegak menyerupai cerutu, sehingga di luar negeri tanaman ini populer dengan nama Cuban Cigar.
Aman
Calathea lutea merupakan tanaman asli dari wilayah Amerika tropis basah, membentang dari Meksiko, Karibia, hingga wilayah Amerika Selatan seperti Brasil dan Peru. Karena ketahanannya terhadap cuaca panas dan tampilannya yang estetis, tanaman ini kini telah dinaturalisasi dan sangat populer di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai elemen utama dalam desain taman minimalis maupun tropis modern
Lihat Detail
#7

Kamboja Kuning (Frangipani)

Plumeria rubra (atau sinonimnya Plumeria acuminata)
Tidak Diketahui
Tanaman kamboja kuning merupakan pohon kecil atau perdu tropis dengan percabangan yang cenderung tebal, berkayu lunak, dan mengandung getah putih pekat. Ciri khas utama tanaman ini terletak pada bunganya yang memiliki lima helai mahkota berwarna kuning cerah (atau putih dengan pusat kuning tua) yang mengeluarkan aroma harum yang sangat khas. Daunnya berbentuk lonjong, tebal, dan kaku, serta cenderung gugur saat musim kemarau atau saat bunga sedang mekar lebat
Rentan
Meskipun menyandang nama "Kamboja", tanaman ini sebenarnya bukan berasal dari negara Kamboja, melainkan asli dari wilayah Amerika Tengah, Meksiko, Karibia, dan Amerika Selatan. Saat ini, kamboja telah tersebar luas dan dinaturalisasi di seluruh wilayah tropis dan subtropis dunia, termasuk Indonesia (terutama sangat populer di Pulau Bali sebagai kelengkapan adat dan hiasan)
Lihat Detail
#8

Kencana Ungu Tegak

Ruellia simplex atau dikenal juga sebagai Mexican Petunia / Britton's Wild Petunia
Tidak Diketahui
Tanaman Hias Kencana Ungu Tegak atau Ruellia simplex adalah spesies tumbuhan semak menahun asal Meksiko dan Amerika Selatan yang tumbuh subur secara tegak lurus di iklim tropis seperti Indonesia. Memiliki tinggi berkisar antara 30 hingga 90 cm, tanaman hias ini dicirikan oleh batang kayu lunak yang kokoh, daun hijau tua berbentuk lanset memanjang, serta bunga berbentuk terompet berwarna ungu mencolok yang mekar secara konstan sepanjang musim. Karena sifatnya yang tangguh, sangat toleran terhadap panas matahari, dan mudah diperbanyak melalui metode stek batang maupun biji, Kencana Ungu Tegak sangat populer diaplikasikan sebagai tanaman pembatas jalan, elemen taman kota, atau tanaman pagar rumah penutup tanah. Di samping nilai estetikanya yang tinggi, tanaman non-toksik ini juga menyimpan beragam khasiat herbal tradisional, di mana air rebusan daunnya kaya akan senyawa flavonoid yang efektif membantu mengontrol kadar gula darah penderita diabetes, meredakan batuk, hingga bertindak sebagai agen anti-inflamasi alami.
Aman
Persebaran global tanaman Kencana Ungu Tegak (Ruellia simplex) berasal asli dari daerah beriklim subtropis dan tropis di benua Amerika, dengan rentang habitat alami meliputi Meksiko, Kepulauan Karibia, hingga kawasan Amerika Selatan seperti Brasil, Bolivia, Paraguay, Uruguay, dan Argentina. Karena keindahan bunganya yang atraktif dan sifatnya yang sangat mudah beradaptasi, tanaman ini kemudian diintroduksi secara masif ke berbagai belahan dunia lain sebagai tanaman hias lanskap, menyebar luas ke wilayah Amerika Utara, Australia, Kepulauan Pasifik, hingga benua Asia. Di beberapa tempat seperti wilayah tenggara Amerika Serikat (terutama Florida), Hawaii, dan sebagian Australia, tanaman ini bahkan telah ternaturalisasi dengan sangat agresif dan dikategorikan sebagai gulma invasif karena kemampuannya menyebar cepat melalui letupan kapsul biji dan potongan batang. Sementara itu, persebaran di Indonesia sudah merata di hampir seluruh pulau besar sebagai tanaman pengisi taman kota, pembatas jalan, dan penutup tanah karena ketahanannya yang tinggi terhadap panas ekstrem. Di pulau Jawa sendiri, selain dibudidayakan di pekarangan rumah, populasi liarnya dilaporkan telah mendominasi beberapa lahan marginal dan bantaran sungai di wilayah perkotaan maupun kabupaten seperti di Bandung dan Bogor
Lihat Detail
#9

Kepel

Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson
Annonaceae (Suku Sirsak-sirsakan)
Kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan pohon buah tropis asli Indonesia yang termasuk dalam famili Annonaceae. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 10–20 meter dengan batang berkayu, daun tunggal berbentuk lonjong berwarna hijau mengilap, serta bunga kecil berwarna kekuningan. Ciri khas kepel adalah buahnya yang tumbuh langsung pada batang atau cabang utama (kauliflori). Buah yang telah matang berwarna cokelat dengan daging buah berwarna jingga dan beraroma khas. Selain memiliki nilai ekologis, kepel juga memiliki nilai budaya yang tinggi karena sejak dahulu dibudidayakan di lingkungan Keraton Yogyakarta sebagai tanaman pelestarian dan simbol warisan budaya.
Rentan
Kepel merupakan flora asli Pulau Jawa yang secara alami tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, tanaman ini banyak ditemukan di kawasan Keraton Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman, meskipun populasinya di alam semakin terbatas. Saat ini kepel juga dibudidayakan di berbagai kebun raya, taman konservasi, arboretum, dan koleksi tanaman langka di Indonesia sebagai upaya pelestarian plasma nutfah dan menjaga keberadaan spesies ini di masa mendatang.
Lihat Detail
#10

Kultivar coleus

Coleus scutellarioides
Tidak Diketahui
Tumbuhan ini populer dengan nama Miana, Iler, atau Jawer Kotok. Karakteristik utamanya meliputi. Daun berbentuk bulat telur atau hati dengan tepi beringgit/bergerigi. Memiliki corak warna yang sangat beragam (ungu, merah, kuning, hijau) akibat pengaruh pigmen genetik dan intensitas cahaya matahari.Batang & Akar. Memiliki batang herbal yang lunak/basah berstruktur segi empat, serta sistem perakaran tunggang.Manfaat: Sering ditanam sebagai tanaman hias luar ruangan. Daunnya juga secara tradisional dimanfaatkan sebagai tanaman obat herbal untuk meredakan batuk, demam, dan wasir.
Terancam
Berasal dari kawasan Asia Tropis hingga Australia Utara, termasuk wilayah Indo-China dan kepulauan Nusantara.
Lihat Detail
#11

Mangga

Mangifera indica
Annonaceae (Suku Sirsak-sirsakan)
Pohon mangga adalah pohon besar yang bisa tumbuh hingga 40 meter, dengan batang tegak dan tajuk berbentuk kubah. Daunnya memanjang seperti pisau, berwarna kemerahan saat masih muda dan berubah hijau saat dewasa, serta beraroma khas saat diremas. Bunganya tumbuh berkelompok di ujung ranting, berwarna putih kemerahan atau hijau kekuningan, dalam jumlah ribuan bunga kecil per tangkai. Buahnya berdaging kuning dengan kulit yang berubah dari hijau menjadi kekuningan atau kemerahan saat matang, dan berbiji tunggal di tengahnya.
Aman
Mangga berasal dari Assam, Belize, China, Myanmar, dan Thailand, kemudian menyebar dan dibudidayakan di berbagai negara seperti Angola, Bangladesh, Brazil, Kamboja, Kolombia, Kuba, Guatemala, Indonesia, Malaysia, Meksiko, Sri Lanka, Taiwan, dan Venezuela. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering dengan rentang sebaran mulai dari Assam hingga China (Yunnan selatan)
Lihat Detail
#12

Paku tanduk rusa

Platycerium bifurcatum (Cav.) C.Chr.
Polypodiaceae
Paku tanduk rusa (Platycerium) merupakan jenis tumbuhan paku epifit eksotis dari famili Polypodiaceae yang terkenal karena memiliki dua jenis daun dengan bentuk dan fungsi berbeda (dimorfisme). Jenis daun pertama adalah daun steril berbentuk bulat pipih dan tebal yang tumbuh menutupi akar serta menempel erat pada batang pohon inang untuk menangkap hara dan menjaga kelembapan. Jenis daun kedua adalah daun fertil yang tumbuh memanjang, menjuntai, dan bercabang-cabang menyerupai tanduk rusa, yang berfungsi utama memproduksi spora pada area berbulu halus di permukaan bawah bagian ujungnya. Berasal dari hutan hujan tropis yang lembap dan teduh, tanaman hias ini tidak bersifat parasit bagi pohon inangnya dan sangat disukai sebagai dekorasi gantung atau hiasan tempel yang bernilai estetika tinggi.
Aman
Paku tanduk rusa (Platycerium) secara alami tersebar luas di kawasan tropis dan subtropis dunia, meliputi wilayah Asia Tenggara, Australia, Afrika, Madagaskar, serta Amerika Selatan. Keanekaragaman spesies terbesarnya ditemukan di kawasan Malesia, termasuk Indonesia, di mana spesies seperti Platycerium bifurcatum, Platycerium coronarium, dan Platycerium wendlandii tumbuh subur di hutan hujan tropis. Di habitat aslinya, tumbuhan epifit ini hidup menempel pada batang atau dahan pohon-pohon besar dari dataran rendah hingga kawasan pegunungan beriklim lembap. Kini, berkat daya tarik visualnya yang unik sebagai tanaman hias, paku tanduk rusa telah dibudidayakan secara global dan tersebar luas di berbagai taman maupun kebun botanical di seluruh dunia.
Lihat Detail